Make your own free website on Tripod.com


Mengenali diri dari alam dan lingkungan

Ass. Wr. Wb.

Kita manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah swt. yang dilebihkan derajatnya dihadapan makhluk makhluk Allah lainnya. Tetapi kita manusia sering tidak menghargai dan tidak berterima kasih atas kelebihan yang kita miliki. Kebanyakan dari kita bila sadar pada kelebihan yang kita miliki, maka kita cenderung untuk takabur dan merasa lebih hebat dari yang lainnya. Jangankan mengikuti nasehat orang lain, mendengarkan saja sudah tidak mau. Baginya bila mendengarkan atau mengikuti saran orang lain itu adalah salah satu bentuk kelemahan yang memalukan. Egonya menentang hal hal seperti itu, karena itu menunjukan bahwa dirinya inkompetent. Sifat inilah salah satu dari sebab-sebab yang menjadikan manusia buta akan lingkungan, dan perasaannya menjadi tidak sensitif terhadapap keadaan disekelilingnya, yang akhirnya akan menjerumuskan dia ke lembah kenistaan.

Pada sekeliling kita terdapat banyak sekali rahasia yang tidak kita ketahui, yang seharusnya membuat kita ingin terus mempelajarinya, bukan hanya menerima apa kata orang saja tanpa ada usaha untuk menggalinya sendiri. Dalam Al Qur'an Allah swt. sering kali menekankan untuk memperhatikan alam sekeliling kita untuk dipelajari dan diresapkan maknanya oleh kita.

Allah swt. berfirman:

Artinya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (QS. 67:19)

Artinya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri? (QS. 16:48)

Artinya:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS. 36:77)

Artinya:

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (QS. 86:5)

Dari petunjuk petunjuk yang diberikan Allah swt. kepada hamba hambanya dalam Al Qur'an dan juga dari hadith hadith rasulullah saw. Kita dapat mengetahui sedikit banyak tentang siapa kita dan apa yang harus kita perbuat, atau bagaimana kita harus bersikap Mari kita mengenal diri kita melalui ciptaan Allah swt. Mari kita merasakan betapa agung dan besarnya ciptaan Allah swt. yang langsung dapat kita rasakan dan kita lihat. Kita lihat pergantian siang dan malam, begitu teratur dan terjaga. Dimana matahari terbenam dan timbul kembali. Kita melihat burung burung terbang tinggi kesana kemari dengan bebas, tidak ada yang menyanggahnya, tidak ada motor atau mesin yang membuat dia terbang. Tapi dengan kekuatan angin dia mampu melaju pesat di udara. Dengan mempelajari kebiasaan burung itu kita dapat mengkonstruksi sebuah gantole, kita bisa mereka reka bagaimana seharusnya bentuk sebuah pesawat terbang. Semua itu kita dapati dari "memperhatikan" alam dan sekeliling kita, yang di dalamnya terdapat pelajaran pelajaran yang berguna untuk kita. Pada semua yang ada di sekitar kita, kita melihat kebesaran Allah swt. Dan kita manusia adalah sebagian kecil dari seluruh ciptaan Allah swt. yang tiada batasannya. Sebagai bukti bahwa kita adalah hanya sebagian kecil dari seluruh ciptaan Allah swt. adalah ketergantungan kita pada makanan, minuman (air) dan udara, yang seluruhnya juga adalah ciptaan Allah swt.

Allah swt. berfiman:

Artinya: Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan? (QS. 32:27)

Artinya:

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (QS. 39:21)

Artinya:

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)

Sekali lagi, Allah bersabda,"sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat pelajaran bagi orang orang yang mempunyai akal". Setiap manusia mempunyai otak tapi tidak semuanya mempunyai akal. Kita muslim/ah, dituntut untuk berfikir, menggunakan otak kita sehingga timbul akal yang dapat kita pakai untuk menganalisa apa yang kita lihat dan kita rasakan.

Mari kita kita telaah perkembangan kita manusia dari awal sampai menghadap Illahi, dengan firman firman Allah swt.

Allah swt. berfiman: Artinya:

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (QS. 86:5)

Artinya:

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah (QS. 22:5)

Artinya:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS. 36:77)

Melihat dari apa kita diciptakan, seharusnya kita sudah tidak bisa lagi berlaku sombong atau takabur. Seharusnya kita malu untuk menentang Allah swt. yang Maha segalanya. Kita ini hanyalah makhluk lemah yang tidak mempunyai kekuatan apapun selain apa yang di berikan Allah swt. Allah swt. tidak menciptakan sesuatupun tanpa tugas dan kewajiban. Mengapa kita diciptakanpun telah Allah jelaskan dalam firmanNya:

Artinya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

Tapi kebanyakan dari kita setelah dewasa dan pandai berfikir, tindakan kita malah melebihi dari takabur. Kita berani melawan dan menentang Allah swt. baik secara sadar maupun tidak. Bedanya orang yang beriman dengan yang tidak adalah, orang beriman akan segera taubat dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan durhakanya lagi. Tapi bagi orang yang tidak beriman, dia tidak merasa perlu untuk bertaubat, dia malah bangga dengan apa yang dia perbuat….naudzubillah min dzalik. Untuk orang orang seperti itu Allah swt. telah menyiapkan hadiah dan ganjaran yang tidak terhingga, yaitu neraka jahanam, yang bahan bakarnya adalah tubuh tubuh mereka sendiri, dan mereka kekal di dalamnya. Kekal berarti selama lamanya! Bila kita mendapat luka bakar beberapa hari saja sudah sakitnya alang kepalang tidak terhingga, bagaimana rasanya dibakar setiap detik dan untuk selama lamanya? Terbayang bila kulit kita sedikit demi sedikit melepuh dan mengelupas dan daging kita perlahan memerah dan hangus sehingga menjadi hitam legam dan berubah menjadi arang yang menambah api neraka berkobar kobar melahap sisa sisa tulang kita sehingga menjadi kering dan perlahan menjadi debu. Teriakan kita tidak didengar oleh siapapun dan tidak ada yang dapat menolong kita. Waktu kita telah habis, tidak berguna lagi penyesalan, walaupun kita menghiba dan meratap, memohon untuk diberi kesempatan sekali lagi. Ooo..tidak, pada saat itulah waktu pembalasan bagi semua manusia. Yang berbuat jahat mendapat ganjarannya dan yang berbuat baikpun mendapat balasannya. Dan berbahagialah hamba Allah yang shaleh pada masa hidupnya. Mereka bersuka cita dan berbahagia dalam sorga. Segala keinginan mereka terpenuhi dan tidak ada lagi kata kata yang menyakitkan hati yang mereka dengar. Semua begitu indah dan serasi dan itulah nikmat Allah azza wajal, yang Ia janjikan kepada hamba hambanya yang shaleh dan tawakal serta sabar dalam menghadapi segala cobaan. Semoga ikhwan sekalian termasuk pada hamba hamba Allah yang berbahagia di dunia dan akhirat.

Untuk menghindari siksaan Allah swt. baik yang di dunia ini maupun nanti pada hari pembalasan, mari ikhwan sekalian, mari kita mengenali diri kita lagi lebih dalam. Mari kita resapi benar apa tujuan kita hidup, siapa kita dan untuk apa kita diciptakan. Apa kewajiban yang harus kita laksanakan terhadap Allah, Ibu, Ayah, anak, saudara, teman, lingkungan dan negara. Hak hak orang lain apa yang harus kita penuhi. Dan bagaimana kita harus bersikap dalam kehidupan sehari hari. Mari kita jadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup kita dan menjadikan hadith Rasulullah sebagai penuntun kita. Insya Allah kita akan selalu selamat di dunia dan akhirat dan kita termasuk pada kelompok hamba hamba Allah yang terbimbing dan terjaga….amiiin.

Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatu

BMSC